Rabu, 11 Maret 2015

Kill Me Heal Me, Obsessed Me




Setelah membahas tentang DID battle, Let Me membahas drama yang membuatku terobsesi. Kill Me Heal Me.
Drama ini tayang dengan berbagai hambatan. Hambatan pertama dimulai ketika Lee Seung Gi mundur dari barisan calon pemain karena bentrok dengan waktu promosi film nya. Hal ini segera tertolong dengan Ji Sung menerima tawaran untuk menjadi tokoh “Cha Do Hyun”. Hal ini sangat ku syukuri karena sepertinya memang drama ini diciptakan untuk Ji Sung. He’s so perfect potraying seven diverent personality.
Mendapatkan pemain bukan berarti masalah tak berhenti begitu saja. Pengarang Webtoon Hyde, Jekyill and Me (yang webtoon nya diadaptasi SBS dengan judul yang sama) mengklaim bahwa Drama ini menjiplak konsep webtoonnya yaitu seorang laki-laki penderita DID yang jatuh cinta pada seorang wanita. Masalah ini kemudian disanggah oleh tim produksi karena mereka sudah mempromosikan proyek ini di tahun lalu dan konsep seperti itu sangatlah umum. Jelas-jelas KMHM dan HJM berbeda it’s talking about Man with seven (not two like HJM) personality that falling in love with a woman. Kalau dia mengklaim penjiplakan itu sama aja kaya dia mengklaim tentang konsep cinta segitiga yang terjadi di hampir semua drama Korea.

Masalah lain timbul saat episode 8 dimana drama ini menayangkan gambar porno. Gambar ini terletak pada papan data tentang Seung Jin Grup yang dikumpulkan oleh ORO. Gambar tersebut diklaim oleh netizen merupakan gambar salah seorang member girlgroup yang disalah gunakan. Dalam permasalahan ini tim produksi menanggapi dengan berkata bahwa gambar tersebut adalah asli buatan tim produksi dengan menggunakan model yang dibayar dan sudah ada perjanjian untuk menampilkannya dalam drama tersebut.
            Terlepas dari berbagai masalah tersebut, drama ini mampu mendapatkan rangking 1 diantara drama-drama lainnya (meski ratingnya hanya 10 %an. Antusiasme masyarakat terhadap drama ini lebih marak di kancah online. Rating online dari drama ini selalu menunjuk angka 30%. Banyaknya fanart yang bermunculan juga menambah bukti populernya drama ini.
Poin plus dari drama ini salah satunya adalah ploting yang disampaikan tidak terlalu berlarut larut dan tidak juga buru-buru. Yah, meskipun pintu rahasia baru dibuka di episode 14, hal ini wajar karena tokoh utama punya 5 alter yang harus dibahas terlebih dahulu.
            Pencitraan Ji Sung sebagai cha Do Hyun dan ke 5 alternya (memang dia punya 7 kepribadian tapi 1 alter tidak digambarkan secara eksplisit dan 1 alter lainnya belum dibuat) patut diacungi jempol. Aku sangat bersyukur Lee Seung Gi menolak tawaran ini karena aku tak yakin ‘Uri Heodang-nim’ mampu melakukkannya sehebat Ji Sung. Meski setiap alter digambarkan dengan style berpakaian yang berbeda, Ji Sung tetap  menguatkan pencitraan dengan tatapan mata dan frekuensi suara yang berbeda pada tiap-tiap alter.  
Menurut pendapatku Ji Sung lebih hebat daripada Hyun Bin saat memerankan karakter wanita. Kita ingat drama Hyunbin di Secret Garden, dia kadang berperan sebagai Gil Ra Im saat jiwanya berpindah. Saat melihatnya berakting aku masih melihat ada unsur Hyunbin di sana. Tapi di Yo Na aku akan percaya kalau Yo Na diperankan oleh seorang aktris bukan Ji Sung, jika aku belum pernah mengenal Ji Sung sebelumnya. Lirikan mata dan gaya bicaranya it’s so girly.
Poin plus lain, tema Rom-com yang ditawarkan menurutku berbeda dengan rom-com lain. Drama Rom Com memiliki pola baku seperti ini: Comedi-Romantis-Penghalang-Mellow-happy ending. Hal ini tidak terjadi di drama ini, setiap episode selalu ada yang membuat kita tertawa. Unsur comedinya sejalan dengan plot. Di saat drama memasuki bagian mellowpun tim produksi masih menyisipkan komedi. Meskipun tidak sampai kita LOL-ing seperti episode sebelumnya. Hal ini bisa terwujud dengan bantuan adlibing (Ad-lib: scene yang tercipta spontan, tidak ada dalam naskah) dari para artisnya. Kejadian adlib yang dibuat oleh artis salah satunya Rap battle antara Ri Jin dan Shin Se Gi.
Yah, seperti manusia yang tak sempurna drama ini pun banyak celah. Misalnya poor editing. Di beberapa scene aku mendapati ada beberapa kesalahan yang mungkin diakibatkan adanya live shooting/striping. Salah satu kesalahan ini adalah tidak konsistennya Ji Sung memegang pilox saat scene di rooftop. Contoh lain adalah photo keluarga di episode 11. Saat RJ bilang “Ingat lah 26 Februari 2015 saat kita bahagia bersama” posisi RJ masih di depan ORO tapi detik berikutnya dia sudah ‘berpindah’ didepan CDH.
Kemunculan Yo Na di Heongdae saat episode Chusok (tahun baru China) banyak kerumunan orang. Itu sangat mengganggu, yah meskipun itu salah satu cara menarik penonton tapi konsep nya tak masuk di cerita. Bahkan hal ini mempengaruhi akting Park Seo Joon dalam aksi kejar-kejaran dengan Yo Na.

2 komentar:

Titi Purwati mengatakan...

Ane juga terobsesi ma ni drama, sampe gak move on berhari-hari, larut dalam ke lucuannya, sedih,dramatis sekaligus harunya, serta bumbu2 misteri di dalamnya, pokoknya keren banget ni drama

Arsifa mengatakan...

@titi Iya, sampai ngga bisa ngeliat drama lain tanpa membandingkan dengan drama ini.