Kamis, 14 Agustus 2014

Sobekan Surat Cinta Pertama





Prolog
            Saengil Chuka hamnida..... denjoubi omedetto gozaimasu.... selamat ulang tahun Hana..... Happy birthday to me.... tiupan angin dari mulut Hana memadamkan dua lilin yang menunjukkan angka 25.
“ye....” ucapnya setelah api padam.
“Pathetic” umpatnya. Lalu diambilnya sebuah kertas dan ditandatanganinya kertas itu. Ia pun membaca kertas itu.
SERTIFIKAT
diberikan kepada
HANA PRATAMA
sebagai
Jomblo Perak pertama dalam keluarga Haryono
Yogyakarta, 06 April 2016
Tertanda

Hana Pratama

            Air matanya mengalir. Ia teringat kejadian 2 bulan lalu. Cinta bertepuk sebelah tangannya harus berakhir karena Zain, orang yang dia sukai semenjak masa kuliah menikah dengan teman sekantornya. “It’s Super ultra very pathetic” Umpatnya. Ia kemudian menyumpal telinganya dengan earphone dan diputarnya musik klasik hingga ia terlelap
**
            “BRAAKKK” Sebuah suara membangunkan Hana dari tidurnya. Sepertinya anak kos atas sedang memilih cara luar biasa untuk membangunkan Hana. Ya, dengan tidak sengaja menjatuhkan entah apa bentuk nya ke atap kamar Hana.
“Good morning juga” balas Hana pada entah siapa yang menjatuhkan. Ia kemudian bergegas untuk mandi. Saat akan melangkah keluar kamar, handphone nya berbunyi. Paling juga sms dari operator seluler. Pikirnya. Tapi ia kemudian mengambil juga handphone yang sehari sekali berbunyi itu.
Selamat Ulang Tahun. Semoga cepet dapet pacar and kita bisa nikah bareng. Kan lumayan biayanya dibagi dua. Sebagai kadonya: Gak usah ke kantor hari ini, kita kerja di Michikei aja. -_*.
FYI: Tu toko bukanya jam 11.
            Geez. Pacar pale lu. Ketiknya, sedetik kemudian diganti dengan satu kata (?)....
Hmm..
Setelah itu hana meletakkan kembali handuknya di kursi. Ia kemudian menghidupkan laptopnya dan kembali mengutak-atik manhwa yang harus di translatenya. Baru saja mengetikkan satu kalimat dalam gelembung percakapan, handponnya berbunyi lagi.
   Singkat amat. Mana doa gue ga di aminin lagi. Oh iya pastiin juga editing naskahnya Tere Liya selesai hari ini. Besuk tugas lo udah mulai editing naskah gue. Ok.
   Amin.....
Hanya satu kata itu yang dapat Hana tulis. Harusnya si bos sudah tau kalau Hana memang tak suka basa-basi. Itu juga yang menyebabkan handphonenya jarang sekali berbunyi. Setelah tak ada balasan dari bos nya, Hana kemudian menutup aplikasi photo editor nya dan membuka kembali naskah yang dimaksud bos nya tadi, banyak huruf warna-warni menghiasi document microsoft word yang biasanya hanya terdiri dari tiga warna itu. Dibacanya menyeluruh dan mengedit lagi mana yang menurutnya masih perlu diperbaiki. Kegiatan ini seakan menyingkirkan kegalauannya tentang jodoh.
Pukul 11 tepat. Warung makan khas Korea ini baru saja buka. Belum banyak pengunjung yang datang. Jam makan siang yang masih lama menambah faktor lain kenapa warung ini masih sepi. Hana duduk di meja yang menghadap ke jalan. “iruljul arraseo1 gumamnya dalam bahasa Korea. Hana kesal pada Putra yang tidak tepat waktu. Empat tahun bekerja dengannya harusnya Putra tau kebiasaan Hana yang selalu tepat waktu. Sebelum sempat mengeluarkan gerutuannya yang kedua, Hana dihampiri oleh pramugara warung itu.
“Maaf, segala macam jajjang hari ini sedang kosong, silahkan menunya”. Hana terpaksa untuk menengok ke sumber suara. Pupil Hana membesar, dia menahan nafas saking kagetnya.
“Dede?” sapanya.
Pramusaji itu terlihat bingung.“Ya saya, maaf, apa anda kenal saya?”
‘Who on this earth that can easily forget his first love? Even Lee Jae Ha2 remember his digusting first love’ Hana tersenyum simpul, dan menjulurkan tangannya. “Hana Permata teman SD mu dulu, Masih ingat?”
“Ah, Hana. Kamu memang hebat, ngga heran kamu juara 1 terus pas SD. Kamu bisa inget aku yang udah ga ketemu berpuluh-puluh tahun!” ucap pramusaji itu sambil meraih tangan Hana.
            “Dagu belah dengan tahi lalat di sebelah kiri kan trade mark mu. Oh iya aku nungguin temen, pesen minumnya dulu aja emmh, oolong tea deh.” Ujar hana sambil mengembalikan menu.
            “Oke, Oloong Tea satu.”
            Sepeninggal Dede dari mejanya, Hana menuliskan sebuah kalimat dalam agendanya.
Next idea: Forgetable First Love.
Setelah menuliskan ide itu terbersit pikiran bahwa siapaun berhak memilih apa yang diingat dan apa yang tidak. Mungkin kenangan cinta pertama Dede termasuk yang tidak ingin diingat. Siapa pula yang ingin mengingat orang yang merobek surat cinta pertama yang kau buat? Jika ini di negeri manga si Dede akan berubah jadi pembenci cewek atau sebaliknya terlalu takut terhadap cewek. Pikiran terakhir menyebabkan Hana tersenyum.
chom chom na michikotkatta3’ujarnya lirih. Di liriknya jam dinding di atas counter kasir. Lima menit sudah hana menunggu di warung ini tanpa ada tanda-tanda kemunculan Putra. Dilemparnya pandangan ke arah jalan, proses itu membuat pikirannya memutar kembali kilasan masalalu tentang surat cinta Dede.
Suasana kelas tidak begitu ramai meski semua murid kelas 6 (total 13 anak) berada di kelas. Hana kecil sedang mencari buku matematikanya di laci. Kemudian dia menemukan sebuah amplop. Seorang murid laki-laki mengamatinya penuh arti. Hana pun menengok ke arah nya. Hana mengenali wajah itu dengan baik. Di kelasnya hanya satu orang yang punya dagu terbelah dengan sempurna ditambah tahi lalat yang berada di dagu. Seperti membuktikan teori evolusi Darwin ‘tidak ada individu yang sama persis satu sama lain, bahkan dagu yang terbelah miliknya pun berbeda.
Tanpa memastikan siapa si penulis surat dan apa maksud su pengirim surat, Hana merobek kertas itu. Tanpa Hana sadari tindakannya membuat hati seseorang tercabik-cabik seperti serpihan kertas yang kini ia buang ke tempat sampah. Hati itu bukan milik murid berdagu belah.
“Sory telat,..” kata Putra membangunkan hana dari flashbacknya.
“Aku yang minta maaf, datangnya kepagian”.Ucap Hana dengan nada sarkas
“Haha... baru kali ini ada orang minta maaf karena datangnya kepagian”
“Gak denger aku tadi bilangnya pake nada sar...”
“Putra?” Suara Dede memotong pembicaraan Hana dan Putra.
“Dede? Eh apa kabar?” Ucap Putra saat berdiri, ia kemudian menjabat tangan Dede.
 “Baik. Wah kalian akhirnya jadian walaupun surat cintamu disobek Tra?” Ucap Dede setelah memandang ke arah Hana dan Putra bergantian. Keheningan yang mencekam terjadi. Dede menyadari  bahwa akan ada yang membunuhnya jika ia tidak mengalihkan pembicaraan dari topik ini. Kemudian dia berkata “ eh, iya jadinya pesen apa nih?”
Menyadari akan adanya pembelokan topik, Hana mencoba mengkonfirmasi informasi yang baru saja diolah otaknya. “Jadi surat yang ku sobek itu punya kamu Tra?”
Tau bahwa topik ini tak kan bisa dihindari lagi, Putra menjawab “Iya. Itu punyaku.” Putra berharap topik ini akan berhenti setelah dia mengaku, tapi melihat Hana membuka mulut dia kemudian memotong “Bisa kita mesen makan dulu ngga? Aku laper nih.”
Hana yang ingin mendebat berubah pikiran saat melihat gelengan kepala Dede. Seolah bisa membaca pikiran Dede yang berkata “Jangan libatkan aku dalam urusan kalian, aku harus kerja”.
            Setelah Dede kembali bekerja dan di depan Putra dan Hana terhidang pesanan mereka, keduanya tenggelam dalam pikiran masing-masing sambil sedikit-sedikit memakan pesanan mereka. Setelah separuh makanan Putra telah berpindah ke lambungnya, ia menghirup nafas panjang. Seolah usaha itu mampu mengumpulkan semua tenaga nya untuk membuat pengakuan menyakitkan sekaligus menyedihkan. Setelah mengisi paru-parunya dengan udara komplementer, dia berkata “ Surat yang dimaksud Dede tadi itu surat ku. Isinya sih tentang pengakuan kalau aku suka kamu. Pas kita ketemu di tempat kerja aku ga nyangka kita ketemu lagi setelah 13 tahun berpisah....” ucapan Putra terhenti saat ia memutuskan memandang ke arah Hana. Hana yang ia ajak bicara malah menulis sesuatu di buku agendanya.
“Hei, ini bukan waktunya wawan...” lagi-lagi ucapan Putra terhenti karena Hana menyodorkan sobekan kertas dari buku nya.
“Aku ngga tau mau bilang apa. Untuk membalas perbuatan ku sama kamu, tolong sobek surat ini.”
Putra hanya tersenyum mendengar kata Hana tadi. “Dia adalah makhluk langka” Pikirnya. Di baca nya surat itu.
Maaf, Mian, Gomen, ngapunten
“Udah ku bulang langsung sobek”
“Ssst. Aku ga mau nyesel kaya kamu karena ngga ngerti isi dan pengirim surat”
Aku ngga tau kalau itu surat mu. Aku juga suka sama kamu. Tapi dulu saat kita masih SMP. Kamu adalah semangat ku saat itu. Sekali lagi maaf
“Pftttt. Dulu?”
“Iya. Dulu. Maaf. Saat itu aku masih naif, aku pikir bahwa suka-sukaan akan mengganggu prestasi seperti yang dikatakan ibuku. Makanya aku menyobek surat tanpa tau siapa pengirimnya” Ucap Hana sambil tertunduk. Mendengar tak ada jawaban dari Putra dia melanjutkan “Aku ga tau apa yang harus aku lakuin buat nebus kesalahan ku dulu. Tapi aku berharap banyak banget kalau kamu mau maafin aku. Aku ngga mau kesalahan ini menjadi penghambat bagi ku untuk dicintai. Aku juga pengin pacaran, aku capek jadi pengagum rahasia terus. Aku pengin ketemu orang baru dan merasakan apa yang para penulis romance itu gambarkan.”
“Pengagum Rahasia? Kamu ngga jadi pengagum rahasia ku kan? Aku bentar lagi mau married lho”
“Jeez. Kan udah aku bilang itu dulu. Aku bukan karakter shoujo manga yang menunggu unrequited-first-love nya jadi reprocrative-love-and-hapily-ever-after ya.”
“hfft. Sorry” Ucapnya setelah mendapatkan tatapan apa-yang-lucu dari Hana “Kamu tuh terlalu unik untuk laki-laki umumnya. Aku harap kamu bisa nemuin laki-laki langka yang bisa ngeliat dan nerima keunikan mu.”
“Yeah. I hope so” Feels like mocking than compliment. Pikir Hana.
Epilog
Sore yang indah bagi Hana, tuntutan Putra tentang penyelesaian naskahnya tak merusak sorenya. Bahkan senyum tak hentinya menghiasi wajah yang sering berekspresi datar itu. Ya, suatu yang baik terjadi. Saat jam makan siang dia menerima surat yang tak bernama. Setelah dibuka...
SERTIFIKAT
diberikan kepada
HANA PRATAMA
sebagai
ISTRI SEWINDU (semoga selamanya) dari Dede Prayoga.
Yogyakarta, 06 April 2024
                                                              Sekertaris                             Kepala Keluarga

                                                          Hana Prayoga                                   Dede Prayoga
 

1Sudah kuduga akan seperti ini
2Tokoh utama dalam King 2 Heart, dia mengalami first love saat dia SD tetapi fisrt love itu menjadi kenangan buruk bagi Jae Ha karena cinta nya terbalas saat ceweknya tau kalau dia adalah putra mahkota.
 3Lama-lama aku bisa gila

Tidak ada komentar: