Senin, 15 Juni 2015

Drama Report: Post-Holiday



I’m back… Haha ngga ada ulasan tentang drama Korea di blog ini bukan berarti aku ngga menontonnya. Hanya saja drama yang sedang tayang tak mampu menstimulus otakku untuk menghasilkan rangkaian kata (oke cukup, aku juga tidak mau gaya menulisku terlihat seperti meniru gaya bicaranya Vicky Prasetyo).
                Setelah Falling For Innocence berakhir, drama yang lain tak mampu membuatku addicted. Aku hanya melihat drama-drama itu sekali sebelum atau sesudah subtitle muncul. Untuk info, yang ku maksud dengan menjadi addicted terhadap suatu drama adalah gabungan dari kegiatan-kegiatan berikut: 
  1. Saat episode baru tayang aku melihatnya bisa minimal dua kali (Streaming version-menunjukkan benar-benar adicted sama drama ini-, raw version, dan sub version);
  2. Kegiatan sehari-hari memutar ulang episode yang telah tayang;  
  3. Membuka dan ikut berdiskusi di forum Soompi;
  4. Meng-update dan mentranslate (Korea-English) tentang hal-hal yang berhubungan dengan drama tersebut;
  5. Menjadikan lagu-lagu OSTnya sebagai Soundtrack of my Day dan memutarnya berkali-kali bahkan mencari chordnya dan memainkannya dengan gitar; 
  6. Mem-follow akun sosial artis dan staff dalam drama; sampai membuat laporan tentang drama itu di blog ini.
Berikut ini adalah drama yang aku ikuti, dengan level addicted yang berbeda. 

Let’s Eat 2

                Dengan masih menggunakan tokoh utama Gu Dae Young yang diperankan oleh Do Joon-Beast, di Let’s Eat 2 ini menceritakan kehidupan Dae Yong (DY) setelah pindah ke kota Sejong. Di sini dia bertemu dengan teman SD nya dulu Baek Soo Ji diperankan oleh Seo Hyun Jin. Oh, aku ingat selain DY tokoh Sesion 1 yang masih ikut adalah Happy. Dulu anjing ini namanya Barassi anjingnya Soo Kyung. Dibandingkan di Session 1 Dae Young agak lebih tergambarkan karakter dan perasaanya. 
Food Pornnya juga bisa membuatku batal puasa (untungnya drama ini udah selesai dan sudah ku lihat, so bagi yang belum lihat jangan coba-coba melihatnya di bulan puasa kalau memang ngga kuat iman).  Dari sisi Romance nya masih sama seperti Session 1, True Pairingnya disajikan di akhir episode. Dae Young baru tahu kalau SJ menyukainya setelah dia bertemu Sang Woo (mantan pacar SJ) di Seoul. Mungkin penyajian True Pairing di akhir cerita dipengaruhi juga oleh Do Joon yang terlalu malu untuk melakukan adegan kiss scene. Di BTS (Behind The Scene) saat DY dan SJ ciuman, Do Joon bahkan sampai kabur karena malu. Saat itu … menyarankan untuk mengenalkan DJ pada temannya (서게팅-Soketing). Do Joon malah menjawab karena dia seorang idol maka wanita idamannya adalah para fans. Dasar idol!
Cerita cinta DY-SJ memang menggambarkan plot klise ‘Perempuan dan laki-laki tidak bisa berteman’ tapi kisah cinta seperti ini membuatku bernostalgia dengan ‘hubungan kucing-anjing’ yang pernah ku jalani dulu.  Mungkin alasan itulah yang membuatku bertahan melihat drama ini sampai akhir. Tapi melihat drama ini sampai akhir bukan berarti aku addicted dengan drama ini. Mungkin jika addicted ku di buat skala dari 1 sampai 5 drama ini berada di skala 2. Karena aku hanya melihat sampai akhir tapi tidak mengulangnya. Bahkan ada beberapa episode yang kulihat tanpa subtitle.
Ex-Girlfriend Club

                Kesan pertama drama ini pernah ku posting, tapi sampai episode terakhir drama baru yang di bintangi Mong Ji (Song Ji Hyo) ini tak mampu membuatku move on dari status ‘FFI-Stalker’. Mungkin karena ceritanya terlalu draggy (Istilah untuk plot yang diuraikan berlarut-larut sampai bagian itu dihilangkan pun sebenarnya tidak mengganggu logika cerita) sehingga membuatku bosan dan lebih banyak menskip bagian-bagian tertentu. Sebenarnya konsepnya fresh, hanya saja realisasi nya kurang greget. Emosi dari masing masing karakter tidak begitu bersinar. Aku tidak bisa menunjuk apakah ini adalah kesalahan penulis dalam menulis karakter yang seperti itu atau kesalahan pemerannya sehingga karakternya tak bersinar.
Minat ku terhadap drama ini berkurang lagi setelah TvN (Broadcast Network yang menayangkan drama ini) memutuskan untuk memotongnya hanya menjadi 12 epiosde saja. Hal ini berpengaruh pada episode final yang sangat-sangat mengecewakan (untuk informasi saja, aku memang selalu kecewa dengan episode final k-drama, jadi pernyataan ini mungkin tak seburuk seperti yang tersuratkan). Rasa insecure Soo Jin yang di paparkan dalam dua episode tidak diselesaikan dengan baik. Perkembangan karakter Myong Soo terkesan setengah-setengah (atau memang dari awal Myong Soo tidak dibangun karakternya?). Dan kenapa sih final kissingnya harus malam hari? Aku udah cukup kecewa sama KMHM dan FFI kenapa Kissing in the dark masih harus muncul di sini juga?
                Hal yang membuatku masih bertahan melihat drama ini sampai akhir adalah ke-cute-an hubungan antara Myong Soo-Soo Jin (aku curiga jangan-jangan CEO TvN punya nama yang mengandung kata ‘Soo’ kenapa banyak banget tokoh dramanya yang ada ‘Soo’ nya?). Selain itu aku suka bagaimana Direktor Jo (Sang Wo Do) tidak berakhir dengan Ra Ra. Aku suka bagaimana drama ini tidak memaksakan bahwa second lead harus mendapatkan pengganti Female Lead dengan cara yang memaksakan.
                Skala drama ini mungkin 2,5 dibantu oleh OST nya yang catchy. Sayang drama dengan premise yang lebih baik dari W&C ini harus di pangkas. Yah, inilah salah Resiko melihat drama di TV cable, rating gagal episodepun dipenggal.
Divorce Lawyer in Love
                Awalnya aku tak tertarik melihat drama ini, kemudian tidak adanya tontonan membuatku meng-copy drama ini dari warnet langganan. Drama ini menceritakan kisah klasik love-hate relationship antara Go Cheok Hee diperankan oleh Jo Yeo Jeong (pengucapan Cheok Hee mirip 'Chucky' karena sifatnya yang menakutkan) dan Seo Joong Woo diperankan oleh Yeon Woo Jin.  Para pemain dalam drama ini tidak begitu ku kenal (ingat, tidak ku kenal bukan berarti tidak terkenal), plotnya juga klise. Lalu apa yang membuatku bertahan melihatnya? Entahlah mungkin saja karena karakter Seo Joong Woo adalah karakter pria idaman ku. Mungkin juga karena aku ingin melihat bagaimana mereka. Cheok Hee mendeskripsikan pertemuan mereka karena kebetulan ‘uyon우연’ bukan karena takdir ‘unmyong 운명’. Aku penasaran bagaimana mereka memperjuangkan hubungan yang dihasilkan dari 우연 itu... Drama ini berada di skala 1 di level ke addict-an ku.
Producer
               Duh, aku ngga ngerti juga sama diriku sendiri, kenapa aku ngga addicted drama ini. Directingnya baru, genrenya baru, pemerannya Gong Hyo Jin Unni (Aku nge-fans sama dia), plotnya menarik, ada dua ship OTP (dua alternatif pasangan) yang bisa di layarkan kapan saja, ini drama tentang produksi program acara Tv (aku sangat tertarik dengan tema ini) tapi kenapa semua nilai positif ini tidak bisa membuat ku tergila-gila seperti pada FFI?
               Di postingan sebelumnya aku sudah membahas tentang drama ini. Mungkin aku akan tertarik setelah FFI selesai. Ya, aku tertarik tapi level ke-addicted-an ku terhadap drama ini tidak meningkat. Dalam skala ke-addicted-an drama ini bearada di skala 2, sama dengan drama Let’s Eat 2.
Warm and Cozy
                Duh, aku ngga bisa berkata apa-apa dengan drama ini. Aku sudah menyabarkan diriku dalam mengikuti drama ini. Hong Sis (penulis skript) lah satu-satunya alasan kenapa aku masih bertahan dengan drama ini. Banyak nuilai minus di drama ini: plot nya mudah di tebak, tidak ada kejutan-kejutan di tiap episode nya, akting para leadernya juga tidak begitu bersinar, humornya juga tidak begitu membuat kita tertawa. Singkatnya drama ini tidak punya 매력 ‘meryok’ atau pesona yang bisa membuat kita tertarik pada drama ini.

Tidak ada komentar: