Kamis, 21 Juli 2011

Penghinaan

                   Dalam sehari ini aku dapet dua kali hinaan yang ga bisa kutoleransi. Biasanya aku tipe orang yang ga pernah dengerin omongan orang lain tentang aku (termasuk guru-guru n orangtua yang komentar tentang aku). Bukannya aku ga pernah dapet hinaan (lagian mana ada sih orang yang ga gatel menghina oranglain) tapi pukan berarti juga aku sering di hina. Aku biasanya menganggap hal itu angin lalu yang Cuma lewat kuping kanan keluar kuping kiri, walaupun mampir ke otakku pun paling waktunya ga lebih lama dari lama waktu kedipan mata kita.

                Hinaan pertama kudapatkan di HIMA IPA dimana saat itu aku lagi iseng-isengnya blogging, eh temenku yang udah ahli dalam bidang itu bilang “Kamu masih perlu latihan nulis lagi, boleh sih terinspirasi sama orang lain tapi kalau bisa diilhami sama tulisan sendiri”. Hmm, kayaknya tu orang lupa sama ajarannya dosen Perkembangan Peserta Didik deh, soalnya apa? Menurut dosen itu, (aku tau kok namanya tapi aku lagi ga pengen nyebutin aja) Perkembangan manusia itu menganut prinsip tempo dan irama. Maksudnya adalah jadi tiap orang itu punya tempo dan irama masing-masing dalam perkembangannya. Jadi kalaupun tph perkembangan bahasa dia lebih baik dibandingkan dengan aku yaw ajar dong. Aku yang dikasih keterbatasan aja gap rotes kenapa dia yang protes? Toh dia bergelut di dunia tulis-menulis dari SMA sedangkan aku baru kuliah ini dan itupun baru nulis ecek-ecek. Ibaratnya kaya bayi lahir, jarang kan bayi yang baru lahir bisa langsung jalan?? Kalaupun ada itu pasti di film atau tu bayi berasal dari mamalia selain manusia dan hewan-hewan lain (yang gue maksudin di sini tuh bayi MANUSIA temen-teman). OK karena adanya prinsip perkembangan itu dan juga teori perkembangan yang menganggap bahwa selain dari gen bawaan kemampuan seseorang dipengaruhi oleh pembelajaran juga makanya aku pengen terus berusaha ngisi ni blog dengan hal-hal yang bermutu. Tapi saat bergulat dengan angka-angka kalkulus integral, aku kog nemuin akar permasalahan dari kebelummampuanku dalam menulis. Mungkin perbendaharaan kataku yang kurang. Yah penyebabnya tau lah permasalahan umum : Males baca n aku tergolong orang kuper. Dan kayaknya dua sebab itulah tulisan ku kin icemen-cemen kaya gini. Solusinya mungkin aku bisa menjalankan gerakan “Satu hari satu buku dan Satu hari lima kata inggris”. Trus aku mikir-mikir lagi, trus kalau pas kuliah gimana? Ya itulah. Keberhasilanmu adalah sebesar apa tekadmu. (itu yang kupelajari dari Oh Ha Ni dalam Playfull Kiss). Lagipula Kata Bu Maryati “Ala bisa karena biasa” so aku akan terus berusaha buat tulisan yang terbaik. Fighting!!!
                Hinaan kedua yang kuterima hari ini adalah saat aku nyebutin Antartika adalah salah satu benua di dunia ini. Ok. Soal itu aku ga inget banget sih kan itu pelajaran jaman SD, kuliah yang kemaren baru di dapet aja aku lupa apalagi pelajaran jaman SD. Nah setelah googling ternyata jumlah benua itu 6 termasuk antartika Cuma antartika itu ga berpenghuni sehingga dia juga termasuk benua juga. So boleh po dia menghina ku??
ni gambar benua nya...

Tidak ada komentar: